Kesalahan dalam memilih nilai hidup yang diyakini dapat mengakibatkan terbelenggunya kejenihan suara hati manusia sehingga kejernihan suara hatinya tertutup, buta atau bahkan mati. Manusia menjadi mudah terjerumus kedalam perbuatan yang merugikan, melanggar norma-norma kemanusiaan, melanggar nilai-nilai spiritual kebaikan dan kebenaran. Meskipun secara fisik dirinya berwujud manusia, tetapi tindakannya tidak sesuai dengan unsur-unsur kemanusiaan. Perilakunya cenderung mudah melanggar nilai-nilai kemanusiaan yang universal dan abadi.
Saya menyadari bahwa derasnya arus informasi melalui audio visual maupun berbagai sarana informasi lainnya dapat mempengaruhi gaya hidup, budaya, perilaku yang dapat berpengaruh pada nilai-nilai hidup. Kalau hal ini tidak disaring dengan baik, maka dapat mempengaruhi nilai-nilai keyakinan hati saya. Keyakinan hati ini lama kelamaan akan menjadikan sebuah prinsip hidup yang dianut dan akan melahirkan tindakan sesuai nilai-nilai yang saya anut.
Setiap orang dapat terbentuk dan berkembang dipengaruhi oleh nilai-nilai hidup yang dianutnya. Seseorang yang menganut nilai-nilai yang berpusat pada hatinya, hasilnya adalah tindakan dan langkahnya yang bersumber dari nilai-nilai “Illahiah” dalam hatinya. Namun kalau seseorang menempatkan nilai-nilai hidup bentukan lingkungan sosial yang tidak sesuai dengan suara hati, hasilnya adalah tindakan dan langkah yang akan sangat merugikan dan bahkan bisa berakibat mengerikan.
Lebih baik memilih nilai-nilai hidup yang sesuai dengan suara hati nurani. Karena mereka yang menganut nilai hidup yang tidak sesuai dengan suara hati pada akhirnya akan berujung pada kekecewaan, penyesalan dan kegagalan. Baik itu kekecewaan dan kegagalan lahiriah maupun kegagalan pada tataran batiniah. Sejarah kehidupan sudah membuktikan banyak manusia yang menganut pada nilai-nilai hidup yang mengabaikan suara hati nurani terbukti mengakibatkan kesengsaraan, kekecewaan, kegagalan dan bahkan kehancuran hidup.
Karena nilai-nilai bentukan lingkungan atau buatan manusia, pada umumnya hanya menempatkan satu tujuan hidup duniawi semata, tidak menyeluruh dn tanpa ada keseimbangan dengan sisi pemenuhan spiritualnya. Hal ini dapat menciptakan manusia mendewakan sesuatu selain Allah. Ketidakseimbangan dalam sisi kehidupan pada akhirnya akan menghempaskan mereka dalam kehancuran dan kegagalan.
Intinya, saya akan berusaha menjaga kejernihan suara hati, sehingga dapat menjadi pembimbing dalam kehidupan saya. Nilai-nilai hidup yang sesuai dengan suara hati nuranilah yang akan membawa saya kearah kebahagiaan, kehidupan yang penuh potensi dan keagungan yang hakiki.
No comments:
Post a Comment